SURABAYA–Sidang gugatan DPC Partai Persatuan Daerah (DPD) terhadap KPU Bangkalan makin panjang saja waktunya. Sidang dengan agenda pembacaan gugatan sekaligus tanggapan dari tergugat, sedianya digelar kemarin (14/11) terpaksa ditunda. Pihak tergugat dalam hal ini KPU Bangkalan dan pihak ketiga, Cabup Imam Buchori Cholil tidak hadir dalam sidang di PTUN Sidoarjo tersebut.

Ketidakhadiran kuasa hukum KPU dan Imam Buchori Cholil, membuat Kuasa Hukum DPC PPD Bangkalan Muhammad Soleh gerah. Sebab, itu dapat memperpanjang waktu sidang tersebut. Padahal, sidang tersebut sengaja digelar dua kali seminggu karena terbatas dengan pelaksanaan Pemilukada Bangkalan 12 Desember 2012 mendatang.

Soleh sangat menyayangkan ketidakhadiran pihak tergugat. Hal itu dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan tergugat. ”Harusnya mereka datang, supaya bisa cepat ada putusan. Kalau seperti ini, berarti tergugat kan tidak serius,” ujarnya dengan nada kesal kepada Jawa Pos Radar Madura yang mengkonfirmasi kemarin.

Karena ada yang tidak hadir, terpaksa, majelis hakim menunda sidang tersebut hingga Senin (19/11) depan. Soleh menegaskan, jika nantinya pada sidang tersebut, tergugat tidak datang lagi, maka sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian. ”Kami harap masalah ini bisa secepatnya klir,” tandasnya. Dihubungi secara terpisah, kuasa hukum KPU Fajar Hariyanto mengatakan, pihaknya tidak bisa menghadiri sidang bukan karena tidak serius.

Melainkan karena ada agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan di Jakarta. ”Kami harus datang ke Jakarta menemui Kemenkumham. Tapi bukan terkait masalah ini,” terangnya. Tudingan tidak serius yang disampaikan kuasa hukum penggugat, M. Soleh, menurut Fajar Hariyanto terlalu berlebihan. ”Kalau tidak serius, dari awal kami tidak akan datang,” pungkasnya seraya mengatakan pihaknya belum tentu hadir juga pada persidangan yang diagendakan Senin depan itu.

Sekadar mengingatkan, gugatan PPD terhadap KPU Bangkalan bermula dari keputusan KPU Bangkalan dalam menetapkan pasangan calon bupati KH Imam Buchori dan Zainal Alim (Imam-Zein) sebagai salah satu kontestan Pemilukada Bangkalan, 12 Desember mendatang. PPD menggugat berita acara Nomor: 55/BA/X/2012 tanggal 22 Oktober 2012 yang menetapkan pasangan cabup-cawabup Imam Buchori-Zainal Alim. Serta Keputusan KPU Bangkalan Nomor: 57/Kpts/KPU-Kab/014-329656/2012 yang menetapkan Imam Buchori-Zainal Alim sebagai calon bupati-wakil bupati Bangkalan nomor urut 1. (radar)

http://www.beritabangkalan.info/tergugat-absen-penggugat-gerah.html